Langsung ke konten utama

Aspek Akidah

Terdapat lima pelajaran aqidah yang sangat fundamental dalam kehidupan ini. Terutama menjadi jawaban terhadap ketidakjelasan kondisi umat manusia dewasa ini di akhir akhir ini. Yang merupakan petunjuk Bagaimana kita menghadapi permasalahan kehidupan. Dengan akidah kita dapat menyelesaikan Permasalahan-permasalahan umat manusia saat ini dan selamat dunia akhirat.

Pelajaran akidah yang pertama adalah Al Iman, Keimanan dan aqidah islam yang kita miliki harus di idkrarkan, harus di umumkan, harus diproklamirkan kepada dunia bahwa kami adalah orang-orang beriman, Kami orang islam dan tuhan kami adalah Allah SWT. Diantara masalah umat islam adalah, banyak yang mengaku islam tetapi mereka takut untuk memperlihatkan keislaman mereka sendiri, mereka takut dilihat sebagai muslim yang militan dengan keimanannya, takut disebut orang yang komitmen dengan islam, sehingga mereka menyembuyikan keislamannya. Ketika bekerja disebuah perusahaan, mereka menyembunyikan keislamannya, ketika berpolitik mereka menyembunyikan keislamannya, ketika berbisnis mereka menyembunyikan keislamannya. Ketika tampil di dunia media mereka menyembunyikan semangat keislamannya, sehingga tidak ada kejelasan bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman. Maka Ulama aqidah mengatakan definisi Iman adalah Ikrar. Harus di ikrarkan dengan lisan, "Kami adalah orang islam. Tidak ada tuhan selain Allah". Seharusnya orang islam bangga dengan keimanannya. Jika kita lihat orang kafir saja bangga dengan kekafirannya, jadi kenapa kita harus malu dengan keimanan kita sendiri sebagai umat Islam? Jika kita tetap malu atau takut dengan keislaman yang kita punya, maka musuh-musuh islam akan berhasil menyerang kita, Sehingga upaya musuh-musuh Islam untuk menjadikan umat islam takut dengan agamanya sendiri berhasil. Contoh, Ketika ada yang terbunuh maka mereka yang tidak senang dengan islam akan berafiliasi bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh teroris. Sehingga umat muslim takut untuk menunjukan keislamannya karena takut disebut teroris. Itu sudah menjadi bukti bahwa musuh-musuh islam telah berhasil memadamkan semangat islam dalam diri umat Islam. Sebab telah terjadi kekeringan dan kekeroposan akidah dalam jiwa - jiwa Muslim. Musuh-musuh islam berhasil membengun opini ketika ada teror selalu dikaitkan dengan islam, laki-lakinya berjenggot, Istrinya berjilbab, bacaannya Alquran dan buku-buku islam.

Kedua adalah Istiqomah, Bahwa ternyata untuk mempunyai keimanan yang benar dan aqidah yang benar membutuhkan waktu tang sangat panjang. Keimanan yang istiqomah memerlukan waktu yang panjang, ini mengindikasikan bahwa untuk mendapatkan akidah yang benar tidak bisa dalam waktu yang singkat. Rasulullah SAW mengajarkan islam kepada sahabat-sahabatnya dalam waktu yang cukup lama, karena islam tidak bisa dipahami dalam waktu beberapa bulan. Sebab istiqamah adalah tentang mempertahankan keimanan. Ketika miskin, Keimanan kita tidak goyah, begitu pula ketika kita kaya keimanan kita tidak luntur, ketika kita berada dalam masa-masa yang sulit kita tetap menjadi orang-orang yang beriman, ketika kita berkusa pun tetap beriman. Jangan sampai ketika seseorang ingin berkuasa mengaku beriman hanya karena ingin menjadi presiden, Tetapi dalam benaknya harus mendapatkan restu dari negara lain. Bukankah itu penjajahan dalam bentuk lain. Apalagi negara yang yang merestui tersebut adalah negara yang tidak senang dengan keberadaan Islam. Padahal kita tahu bahwa seharusnya kita meminta pertolongan kepada Allah SWT, Bukan kepada makhluk yang lemah. Oleh karena itu, Untuk tetap Istiqomah, Rosulullah mengingatkan untuk tetap selalu memperbaharui keimanan.

Ketiga yaitu Komitmen Dengan nilai-nilai islam. Saat berada dalam rumah tangganya mereka komitmen, tidak menjual aqidahnya dan tidak menjual islam. Itulah yang disebut dengan istiqomah dan istiqamah seperti itu berat. Ketika seorang sahabat berkata, "Ya, Rosulullah kenapa dalam usia muda kau sudah beruban?" Rasulullah menjawab, " Aku cepat beruban karena surat hud dan saudara-saudaranya." Sahabat kembali bertanya, "Ayat yang mana dari surat hud. Ya Rosulullah?" Maka Rosulullah SAW Membacakan ayat 112 dari surah hud :
"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Janji yang benar adalah janji Allah, Meskipun didunia mereka menghadapi resiko. Namun bagi mereka yang beraqidah menganggap resiko ini kecil jika dibandingkan dengan Jannah yang dijanjikan Allah. Untuk Itu kita harus kembali pada Alquran dan Sunnah, Agar aqidah kita benar.
Wallahua'lam Bishawwab....